Wednesday, 20 May 2009

Latihan Gamelan

Beberapa hari yang lalu, saya diajak ibu untuk menemani beliau ke sebuah acara --semacam gathering--. Saya langsung meng-iya-kan ajakan tersebut, apalagi waktu itu saya lagi nggak ada kerjaan & hari Senin libur --karena kelas XII UNAS--. Sebenarnya saya sudah tahu acara apa yang bakal kami datangi. Yap! Ibu saya beserta ibu-ibu yang lain akan latihan bermain gamelan. Kagum juga sih karena ternyata ibu saya punya minat terhadap gamelan.
Karena ternyata personil kurang, saya diminta ibu untuk bermain slendro, salah satu dari perangkat gamelan. Pertamanya saya menolak, saya belum pernah memegang ataupun memainkan alat tersebut. Tapi ibu membujuk saya dengan alasan bermain slendro nggak susah. Okelah, saya jadi ikut main.
Sekitar 2-3 lagu saya masih bingung mengoperasikannya. Bingung dengan hitungan. Bingung dengan apa yang dikatakan oleh tutornya --tutornya ngajarin pake bahasa Jawa alus--. Kadang-kadang saya berhenti bermain karena bingung.
Asyik juga ternyata. Main gamelan nggak nge-bosenin. Lagunya juga nggak monoton. Kadang-kadang sang tutor menjelaskan kapan lagu tersebut dimainkan. Ada yang sebagai lagu pengiring sewaktu pidato. Ditambah dengan celotehan ibu-ibu, saya jadi tambah senang.
Selain mengerti bagaimana cara memainkan, kita juga harus memperhatikan hitungan. Jangan egois, karena nantinya nada yang dihasilkan nggak begitu indah. Bisa jadi kacau balau. Keharmonisan harus dijaga.
Main gamelan nggak seperti yang orang-orang kira loh. Ada kalanya bermain sangat cepat, ada kalanya tempo menjadi lambat.
Efeknya sih paling tangan jadi pegel, garuk-garuk kepala karena nggak ngerti tutor ngomong apa. Tapi semuanya benar-benar menyenangkan.
Di akhir latihan kita memainkan salah satu lagu dolanan. Saya lupa judulnya, tapi ibu-ibu yang lain hafal dengan nyanyiannya. Saya dan ibu jadi saling pandang. Kita sama-sama nggak ngerti. Haha. Kita hanya main aja nggak pake nyanyi.
Latihan usai dan asisten tutor sempet bilang ke saya,"Nak, ngumpulin 10 anak abis gitu main gamelan disini tiap Minggu."
Saya pun hanya membalas senyum. Iya ya pasti seru. Apalagi mengingat teman-teman sesana anak dosen umurnya tak jauh beda dengan saya.
Saya jadi berpesan pada ibu buat ngajak saya lagi kalo latihan gamelan.
Kalian juga harus nyoba. Seru abis loo~

No comments:

Post a Comment