Wednesday, 20 May 2009

batikku~

yaa mungkin berita tentang batik yang diakui oleh negara lain sudah agak basi --tapi belum basi basi bener--
melihat adanya hal itu aku juga ikutan mikir, sebenernya kita sendiri ngakuin gak sih kalo batik itu eksis alias tak lekang dimakan zaman? emm kayaknya iya deh.
kalo gitu, knapa kok tiba-tiba ada yang meng-aku-aku bahwa batik miliknya? ada yang bilang itu kesalahan kita yang nggak mematenkan produk bernama batik, ada juga yang bilang kalo generasi muda zaman sekarang ngrasa batik cuma buat orang tua-tua. nggak juga kali. sekarang aja sragam anak skolah pasti ada batik, belom lagi batik modifikasi yang dijual di outlet.

oya, ada ide.
negara kita punya iklim yang tropis dan bisa dibilang panas lah.
di negara kita juga ada banyak perusahaan-perusahaan besar yang pastinya mengharumkan nama indonesia. para pekerjanya biasanya berjas, serba rapi bin formal gitu lah. kenapa mreka gak pada pake batik juga? dengan bahan yang nggak bikin panas so mreka gak bakal kegerahan.
kalo mreka gak bgitu kepanasan brarti penggunaan AC bisa agak dikurangi dong.
nah, kalo gitu caranya bisa mengurangi efek global warming juga kan?

selain itu kalo mreka pada kedatengan tamu dari luar mreka bisa menekankan batik terhadap si pendatang.
perlu diketahui juga, batik gak slamanya dari daerah jawa tengah yang dominan dengan warna warna coklat ataupun tanah. ada juga kok batik dengan warna warna cerah.
so , knapa musti malu sih buat unjuk gigi? yang kita pake juga barang kita juga kok.

dengan memakai batik, selain mengkampanyekan si batik indonesia, kita juga bisa mengurangi efek global warming yang bikin negri kita tambah panas.
gimana? berminat?

No comments:

Post a Comment